Mengapa Asam Urat Dapat Menyebabkan Nyeri Di Sendi?

Mengapa Asam Urat Dapat Menyebabkan Nyeri Di Sendi?

Penyakit asam pembuluh banyak menjangkiti warga Indonesia. Informasi Studi Kesehatan Dasar 2013 membuktikan penyakit asam pembuluh yang dimasukkan dalam golongan penyakit sendi, prevalensinya menggapai 24,7%, menaiki antrean kedua sehabis penyakit titik berat darah besar.

Studi lama yang diterbitkan pada 1992 di The Journal of Rheumatology, melaporkan nilai kebiasaan penyakit asam pembuluh menggapai 1,7% serta hiperurisemia (tingginya kandungan asam pembuluh dalam darah) 24,3% pada pria di pedesaan di Jawa.

Maksudnya terdapat 24 dari 100 pria berusia di pedesaan Pulau Jawa mempunyai kandungan asam pembuluh yang besar. Survey ini mengutip ilustrasi 4683 orang berusia di pedesaan Pulau Jawa.

Penyakit ini awal mulanya berhubungan dengan konsumsi besar purin pada santapan semacam daging merah, seafood, dan mengkonsumsi alkohol. Tetapi, saat ini dikenal kalau konsumsi besar gula fruktosa berkontribusi besar pada kemajuan penyakit asam pembuluh.

Metode molekular dari penyakit yang bisa menimbulkan pertanda perih yang tidak terbendung ini sedang jadi rahasia. Pemakaian obat penurun asam pembuluh ataupun antinyeri dengan cara teratur juga sedang belum membagikan hasil penyembuhan yang melegakan.

Tetapi, mulai 2000-an penyakit asam pembuluh sudah diawasi pada tingkatan molekular yang berguna buat meningkatkan penyembuhan yang lebih efisien. Wawasan terkini ini berikan impian terpaut penyembuhan penyakit asam pembuluh di era depan.

Penderita dengan penyakit asam pembuluh kerapkali menderita penyakit penyerta semacam kandas ginjal, darah tinggi, diabet melitus, penyakit kardiovaskular, kendala lipid (lemak) serta sindrom metabolik yang lain.

Salah satu rancangan yang diajukan, penyakit asam pembuluh tercantum penyakit “inflamasi (peradangan) murni”, ialah peradangan yang faktornya bukan berawal dari peradangan mikroba, yang dapat berkaitan dengan penyakit-penyakit di atas. Dalam permasalahan penyakit asam pembuluh, pemicu radang merupakan kristal monosodium pembuluh (kristal MSU), yang dapat mengaktifkan“ mesin” biologis khusus serta setelah itu dapat pengaruhi sistem badan yang lain.

Bagaimanakah metode molekular penyakit asam pembuluh? Apakah hendak terdapat obat di era depan tidak hanya allopurinol, kolkisin, ataupun antinyeri NSAID (non-steroid anti-inflammatory drug) konvensional? Di dasar ini aku bahas lebih perinci.

Kristal Di Sendi

Asam pembuluh ialah hasil respon penguraian akhir dari senyawa purin, salah satu bagian asam nukleat (DNA atau RNA) pada inti sel. Asam pembuluh dibuat kala purin dioksidasi oleh enzim xanthine oxidase, sesuatu enzim yang ada dalam organel sel peroksisom pada banyak sel.

Pada orang segar, asam pembuluh ada dalam darah dengan Fokus dekat 6 miligram atau dL. Sedangkan itu, ambang batasan saturasi anasir ini dalam larutan biologis merupakan dekat 7 miligram atau dL. Asam pembuluh ditaruh dalam penyimpanan spesial di dalam sel serta mempunyai guna penting selaku antioksidan.

Kala sel penyimpan itu mati, hingga sel hendak rusak serta asam pembuluh mulanya pergi sel. Kala seorang hadapi hiperurisemia (asam pembuluh penuhi larutan badan), seorang hendak beresiko mengendapkan asam pembuluh itu jadi kristal monosodium pembuluh paling utama di sendi. Dari mari, terbentuknya kristal monosodium pembuluh ini bisa menguak kalau penyakit asam pembuluh bukan penyakit peradangan lazim.

Tanda Bahaya

Badan orang mempunyai sistem penjaga luar biasa mutahir ialah sistem kebal yang bekerja mengidentifikasi barang asing serta mengeliminasinya. Tujuan proteksi badan ini digapai dengan terdapatnya sistem kebal bawaan serta sistem kebal adaptif. Sistem kebal bawaan diperankan oleh sel- sel kebal semacam makrofag, neutrofil, serta sel darah putih yang lain. Sebaliknya sistem kebal adaptif diperankan oleh bermacam bagian semacam limfosit (sel B serta sel T), antibodi, serta sel penyaji antigen (sel dendritik).

Kala terdapat bakteri misalnya kuman, sel dendritik (sesuatu sel penyaji antigen) hendak memasak antigen itu serta menyajikannya pada limfosit yang sesuai. Dalam perihal ini, kuman merupakan pangkal rangsangan yang mengaktifkan sel dendritik. Tanpa rangsangan ini, sistem kebal tidak dapat bangun dengan cara otomatis.

Berhubungan dengan perihal ini, bagian lain yang pula dapat membangkitkan sistem kebal merupakan“ tanda ancaman” ataupun“ damage associated molecular patterns( DAMPs)”. Nah, kristal monosodium pembuluh ini merupakan salah satu dari tanda ancaman( DAMP) yang dapat membangkitkan sistem kebal.

Kristal Monosodium Pembuluh Serta Peradangan

Peradangan ialah cara pengiriman sel- sel kebal serta aspek terlarut ke tempat yang hadapi luka dalam bagan menghalangi luka itu, dengan tujuan akhir mendesak koreksi jaringan yang luka. Di bagian lain, peradangan menimbulkan pertanda semacam “merah”, panas, bengkak, serta pula dapat mengganggu jaringan itu sendiri.

Kristal monosodium pembuluh dapat menginduksi radang yang hebat paling utama pada wilayah dekat sendi. Perihal ini disebabkan sesuatu DAMP, tercantum kristal monosodium pembuluh, dapat memicu makrofag yang ada pada sesuatu jaringan buat menciptakan senyawa-senyawa radang.

Salah satu senyawa radang berarti ialah interleukin-1 (IL- 1). Radang yang dimotori oleh IL-1 tanpa terdapatnya peradangan dikenal “inflamasi (peradangan) murni” serta berlainan dengan penyakit peradangan yang lain. Pada penyakit asam pembuluh, kedudukan IL-1 berkuasa dibandingkan senyawa radang yang lain.